Pengenalan Jaringan Komputer
BAB II
PEMBAHASAN
1.1
DEFENISI JARINGAN KOMPUTER
Jaringan komputer adalah sebuah
kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu
kesatuan. Ini artinya komputer tersebut lebih dari satu buah yang
terpisah-pisah akan tetapi dapat saling berhubungan delam melaksanakan suatu
tugas. Informasi dan data bergerak
melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan
komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang
sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan
jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan
disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau
bahkan jutaan node.
1.2
JENIS-JENIS JARINGAN KOMPUTER
Ø Berdasarkan Teknologi Transmisi dibagi lagi
menjadi 2 kelompok yaitu :
1. jaringan broadcast
Jaringan
broadcast memiliki saluran komunikasi tunggal yang dipakai bersama-sama
oleh semua mesin yang ada pada jaringan. Pesan-pesan berukuran kecil, disebut
paket, yang dikirimkan oleh suatu mesin akan diterima oleh mesin-mesin lainnya.
Field alamat pada sebuah paket berisi keterangan tentang kepada siapa paket
tersebut ditujukan. Saat menerima paket, mesin akan mencek field alamat. Bila
paket tersebut ditujukan untuk dirinya, maka mesin akan memproses paket itu,
bila paket ditujukan untuk mesin lainnya, mesin tersebut akan mengabaikannya.
2. Jaringan point-to-point
Jaringan
point-to-point terdiri dari beberapa koneksi pasangan individu dari
mesin-mesin. Untuk mengirim paket dari sumber ke suatu tujuan, sebuah paket
pada jaringan jenis ini mungkin harus melalui satu atau lebih mesin-mesin
perantara. Seringkali harus melalui banyak route yang mungkin berbeda jaraknya.
Karena itu algoritma route memegang peranan penting pada jaringan
point-to-point.
Pada umumnya
jaringan yang lebih kecil dan terlokalisasi secara geografis cenderung memakai
broadcasting, sedangkan jaringan yang lebih besar menggunakan point-to-point.
Ø Berdasarkan Skala jaringan dibagi lagi menjadi:
1. Local Area Network (LAN)
Local
Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung
atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan
untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor
suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce,
misalnya printer) dan saling bertukar informasi.
LAN seringkali menggunakan
teknologi transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan
mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik) dengan delay rendah (puluhan mikro
second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat
beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.

Gambar II.1 Dua jenis jaringan
broadcast. (a) Bus. (b) Ring
Terdapat
beberapa macam topologi yang dapat digunakan pada LAN broadcast. Gambar 1.1
menggambarkan dua diantara topologi-topologi yang ada. Pada jaringan bus (yaitu
kabel liner), pada suatu saat sebuah mesin bertindak sebagai master dan
diijinkan untuk mengirim paket. Mesin-mesin lainnya perlu
menahan diri untuk tidak mengirimkan apapun. Maka untuk mencegah terjadinya
konflik, ketika dua mesin atau lebih ingin mengirimkan secara bersamaan, maka
mekanisme pengatur diperlukan. Mekanisme pengatur dapat berbentuk
tersentralisasi atau terdistribusi. IEEE 802.3 yang populer disebut Ethernet
merupakan jaringan broadcast bus dengan pengendali terdesentralisasi yang beroperasi
pada kecepatan 10 s.d. 100 Mbps. Komputer-komputer pada Ethernet dapat mengirim
kapan saja mereka inginkan, bila dua buah paket atau lebih bertabrakan, maka
masing-masing komputer cukup menunggu dengan waktu tunggu yang acak sebelum
mengulangi lagi pengiriman.
Sistem broadcast yang lain
adalah ring, pada topologi ini setiap bit dikirim ke daerah sekitarnya tanpa
menunggu paket lengkap diterima. Biasanya setiap bit mengelilingi ring dalam
waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan beberapa bit, bahkan seringkali sebelum
paket lengkap dikirim seluruhnya. Seperti sistem broadcast lainnya, beberapa
aturan harus dipenuhi untuk mengendalikan access simultan ke ring. IEEE 802.5
(token ring) merupakan LAN ring yang populer yang beroperasi pada kecepatan antara
4 s.d 16 Mbps.
Berdasarkan
alokasi channelnya, jaringan broadcast dapat dibagi menjadi dua, yaitu statik
dan dinamik. Jenis alokasi statik dapat dibagi berdasarkan waktu
interval-interval diskrit dan algoritma round robin, yang mengijinkan setiap
mesin untuk melakukan broadcast hanya bila slot waktunya sudah diterima.
Alokasi statik sering menyia-nyiakan kapasitas channel bila sebuah mesin tidak
punya lgi yang perlu dikerjakan pada saat slot alokasinya diterima. Karena itu
sebagian besar sistem cenderung mengalokasi channel-nya secara dinamik (yaitu
berdasarkan kebutuhan).
Metoda alokasi dinamik
bagi suatu channel dapat tersentralisasi ataupun terdesentralisasi. Pada metoda
alokasi channel tersentralisasi terdapat sebuah entity tunggal, misalnya unit
bus pengatur, yang menentukan siapa giliran berikutnya. Pengiriman paket ini
bisa dilakukan setelah menerima giliran dan membuat keputusan yang berkaitan
dengan algoritma internal. Pada metoda aloksi channel terdesentralisasi, tidak
terdapat entity sentral, setiap mesin harus dapat menentukan dirinya sendiri
kapan bisa atau tidaknya mengirim.
2. Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area
Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang
berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat
mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk
keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya mampu menunjang data dan
suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya
memiliki sebuah atau dua buah kabel dan tidak mempunyai elemen switching,
yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel. Adanya
elemen switching membuat rancangan menjadi lebih sederhana.

Alasan utama memisahkan MAN sebagai kategori khusus adalah telah ditentukannya standar untuk MAN, dan standar ini sekarang sedang diimplementasikan. Standar tersebut disebut DQDB (Distributed Queue Dual Bus) atau 802.6 menurut standar IEEE. DQDB terdiri dari dua buah kabel unidirectional dimana semua komputer dihubungkan, seperti ditunjukkan pada gambar 1.1 Setiap bus mempunyai sebuah head–end, perangkat untuk memulai aktivitas transmisi. Lalulintas yang menuju komputer yang berada di sebelah kanan pengirim menggunakan bus bagian atas. Lalulintas ke arah kiri menggunakan bus yang berada di bawah.
Gambar II.2
Arsitektur MAN DQDB
3.
Wide Area Network (WAN)
Wide
Area Network
(WAN) mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara
atau benua.WAN terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk menjalankan
program-program aplikasi.
Kita
akan mengikuti penggunaan tradisional dan menyebut mesin-mesin ini sebagai
host. Istilah End System kadang-kadang juga digunakan dalam literatur.
Host dihubungkan dengan sebuah subnet komunikasi, atau cukup disebut subnet.
Tugas subnet adalah membawa pesan dari host ke host lainnya, seperti halnya
sistem telepon yang membawa isi pembicaraan dari pembicara ke pendengar. Dengan
memisahkan aspek komunikasi murni sebuah jaringan (subnet) dari aspek-aspek
aplikasi (host), rancangan jaringan lengkap menjadi jauh lebih sederhana. Pada sebagian besar WAN, subnet terdiri dari dua komponen, yaitu kabel
transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi (disebut juga sirkuit, channel,
atau trunk) memindahkan bit-bit dari satu mesin ke mesin lainnya.
![]() |
Element switching adalah komputer khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua kabel transmisi atau lebih. Saat data sampai ke kabel penerima, element switching harus memilih kabel pengirim untuk meneruskan pesan-pesan tersebut. Sayangnya tidak ada terminologi standart dalam menamakan komputer seperti ini. Namanya sangat bervariasi disebut paket switching node, intermidiate system, data switching exchange dan sebagainya.
Gambar II.3
Bebarapa topologi subnet untuk poin-to-point .
(a)Bintang (b)Cincin
(c)Pohon (d)Lengkap (e) Cincin berinteraksi (f)Sembarang.
Sebagai
istilah generik bagi komputer switching, kita akan menggunakan istilah router.
Tapi perlu diketahui terlebih dahulu bahwa tidak ada konsensus dalam penggunaan
terminologi ini. Dalam model ini, seperti ditunjukkan oleh gambar 1.2 setiap
host dihubungkan ke LAN tempat dimana terdapat sebuah router, walaupun dalam
beberapa keadaan tertentu sebuah host dapat dihubungkan langsung ke sebuah
router. Kumpulan saluran komunikasi dan router (tapi bukan host) akan membentuk
subnet.
Istilah subnet sangat
penting, tadinya subnet berarti kumpulan kumpulan router-router dan
saluran-saluran komunikasi yang memindahkan paket dari host host tujuan. Akan
tatapi, beberpa tahun kemudian subnet mendapatkan arti lainnya sehubungan
dengan pengalamatan jaringan.
![]() |
Pada sebagian besar WAN, jaringan terdiri dari sejumlah banyak kabel atau saluran telepon yang menghubungkan sepasang router. Bila dua router yang tidak mengandung kabel yang sama akan melakukan komunikasi, keduanya harus berkomunikasi secara tak langsung melalui router lainnya. ketika sebuah paket dikirimkan dari sebuah router ke router lainnya melalui router perantara atau lebih, maka paket akan diterima router dalam keadaan lengkap, disimpan sampai saluran output menjadi bebas, dan kemudian baru diteruskan.
GambarII.4
Hubungan antara host-host dengan subnet
Subnet yang mengandung
prinsip seperti ini disebut subnet point-to-point, store-and-forward, atau
packet-switched. Hampir semua WAN (kecuali yang menggunakan satelit) memiliki
subnet store-and-forward.
Di dalam menggunakan
subnet point-to-point, masalah rancangan yang penting adalah pemilihan jenis
topologi interkoneksi router. Gambar 1.3 menjelaskan beberapa kemungkinan
topologi. LAN biasanya berbentuk topologi simetris, sebaliknya WAN umumnya
bertopologi tak menentu.
4.
Internet
Merupakan
gabungan dari berbagai LAN dan WAN yang berada di seluruh jaringan Komputer di
dunia. Sehingga terbentuk jaringan dengan sekala yang lebih luas dan gelobal
jaringan internet biasanya menggunakan protocol TCP/IP dalam mengirimkan paket
data internet berasal dari (interconnected network) yang berarti hubungan dari
beragam jaringan computer di dunia yang saling terintegrasi membentuk suatu
komunikasi gelobal.
Ø Berdasarkan fungsinya maka ada dua jenis jaringan komputer:
1.
Client-server
Client-server yaitu jaringan
komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah
service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih. Contohnya
adalah sebuah domain seperti www.detik.com yang dilayani oleh banyak komputer
web server. Atau bisa juga banyak service/layanan yang diberikan oleh satu
komputer. Contohnya adalah server jtk.polban.ac.id yang merupakan satu komputer
dengan multi service yaitu mail server, web server, file server, database
server dan lainnya.
2.
Peer-to-peer
Peer-to-peer yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi
server dan juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing
antar komputer di Jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita
beri nama A,B,C,D dan E) yang memberi hak akses terhadap file yang dimilikinya.
Pada satu saat A mengakses file share dari B bernama data_nilai.xls dan juga
memberi akses file soal_uas.doc kepada C. Saat A mengakses file dari B maka A
berfungsi sebagai client dan saat A memberi akses file kepada C maka A
berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan
maka jaringan seperti ini dinamakan peer to peer.
Ø Berdasarkan distribusi sumber informasi/data
1.
Jaringan terpusat
Jaringan ini terdiri dari komputer klient dan server yang mana komputer
klient yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data
yang berasal dari satu komputer server.
2.
Jaringan
terdistribusi
Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa
komputer server yang saling berhubungan dengan klient membentuk sistem jaringan
tertentu.
Ø Berdasarkan media transmisi data
1.
Jaringan
Berkabel (Wired Network)
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain
diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam
mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.
2.
Jaringan
Nirkabel(WI-FI)
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada
jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena
menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi
antar komputer jaringan.
1.
Topologi Bus
Pada topologi bus ini bentuk susunan komputernya menggunakan satu kabel
memanjang yang mana awal dan akhirnya tidak bertemu, sehingga dua ujung
jaringan (Awal dan Akhir) harus menggunakan Terminator, untuk kabel dan
connector yang digunakan adalah Kabel Coaxial dan Connector BNC. Topologi bus
ini sering kali dijumpai pada sistem client/server dimana salah satu komputer
digunakan sebagai server dan lainnya menjadi client. Instalasi pada jaringan
Bus ini sangat sederhana dan murah, karena maksimal hanya 5-7 komputer.
Ciri-ciri Topologi Bus :
a.
Topologi Bus merupakan
teknologi lama yang dihubungkan dengan satu kabel dalam satu baris
b.
Tidak memerlukan
peralatan aktif untuk menghubungkan komputer
c.
Susah melakukan
pelacakan kerusakan
d.
Sangat Ekonomis dalam
biaya
e.
Tidak memerlukan hub
f.
Paket-paket data
saling bersimpang di satu kabel
Kelebihan
Topologi Bus :
a.
Hemat biaya
b.
Tidak banyak
menggunakan kabel untuk menghubungkan ke perangkat lainnya
c.
Cukup mudah jika kita
ingin memperluas jaringan Topologi Ring
Kelemahan
Topologi Bus :
a.
Jika salah satu
komputer mati atau kabel terputus, maka komputer lain tidak dapat
berkomunikasi/koneksi down
b.
Traffic yang padat
akan memperlambat akses data
c.
Sangat sulit untuk
melakukan troubleshoot pada topologi ini
2.
Topologi Ring (Cincin)
Mengapa disebut ring / cincin? karena topologi ini susunannya berbentuk
lingkaran. Pergerakan data pada topologi ini berputar pada suatu alat yang
disebut hub, dan komunikasi data akan down jika salah satu titik mengalami
problem. Untuk mengatasi kelemahan ini maka digunakanlah jaringan FDDI dengan
cara mengirimkan data searah jarum jam, atau bisa juga dibuat bolak-balik jika
salah satu komputer down masih bisa terhubung.
Ciri-ciri
Topologi Ring (Cincin) :
a.
Node-Node dihubungkan
secara sarial disepanjang kabel dengan arah memutar seperti jarum jam
b.
Peket-peket data dapat
mengalir searah dari kiri atau kekanan sehingga mengurangi terjadinya collision
(tabrakan)
c.
Kabel yang digunakan
adalah kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6)
d.
Problem yang sering
dialami hampir sama dengan Topologi Bus
Kelebihan
Topologi Ring:
a.
Data mengalir dalam
satu arah, jadi dapat mengurangi terjadinya collision
b.
Pengiriman data lebih
cepat karena data mengalir searah dari kiri atau dari kanan server
c.
Waktu dalam mengakses
data lebih optimal
Kelemahan
Topologi Ring:
a. Pengiriman suara, video, dan data yang buruk
b. Kerusakan pada salah satu komputer dapat menyebabkan jaringan lumpuh
c. Memerlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles
d. Perubahan jumlah perangkat yang sulit
e. Kinerja komunikasi bergantung dari banyaknya node yang terdapat pada
jaringan
3.
Topologi Star
(Bintang) Topologi Star (Bintang)
Topologi star atau disebut juga topologi bintang adalah topologi jaringan yang
berbentuk konvergensi dari node tengah ke setiap node pengguna. Pada topologi
star pemakaian biaya bisa dikatakan menengah. Pada topologi star setiap
komputer dihubungkan dengan memakai perangkat yang disebut sebagai Hub/Switch.
Hub dalam topologi ini fungsinya untyk menerima dan meneruskan sinyal-sinyal
yang dikirim dari komputer satu ke komputer lain. Media transmisi yang dipakai
pada topologi bintang adalah kabel UTP yang telah dilengkapi dengan konektor RJ
45.
Ciri-ciri
Topolog Star (Bintang) :
a. Setiap host tersambung melalui sebuah alat yang terpusat atau terminal
b. Alat tersebut bisa berupa Switch dan Hub pada jaringan kabel. Sedangkan
untuk jaringan tanpa kabel, yang berperan sebagai pusatnya adalah acces point
c. Setiap komputer memiliki koneksi fisik ke perangkat terminal
d. Jika salah satu komputer mengalami masalah koneksi, maka komputer yang lain
tidak akan terkena dampaknya
e. Setiap data yang dikirim oleh salah satu komputer akan melewati terminal
terlebih dahulu, baru kemudian sampai pada komputer tujuan
Kelebihan
Topologi Star :
a.
Kerusakan pada satu
komputer tidak akan mempengaruhi jaringan lainnya.Misalnya ada 5 komputer, dan
komputer nomer 3 mengalami gangguan, nah jaringan komputer yang lainnya tetap
jalan
b.
Tahan terhadap lalu
lintas jaringan yang sibuk
c.
Penambahan ataupun
pengurangan komputer mudah dilakukan
d.
Setiap komputer
berkomunikasi (berhubungan) langsung dengan konsentrator (HUB)
e.
Kita dapat menggunakan
beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan hub yang dapat
mengakomodasi tipe kabel yang berbeda, tetapi tipe kabel yang digunakannya
biasanya kabel UTP
Kelemahan
Topologi Star :
a. Lalu lintas jaringan yang padat akan memperlambat proses pengiriman data
b. Boros dalam pemakaian kabel
c. Jika hub pusat ( hub server) mengalami gangguan jaringan, maka seluruh
jaringan akan terganggu
d. Jumlah terminal terbatas, tergantung pada port hub yang tersedia.
4.
Topologi Mesh
(Jala)
Topologi Mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap
perangkat terhubung langsung secara langsung ke perangkat lainnya yg terhubung
didalam jaringan. Didalam topologi mes ini setiap perangkat dapat berkomunikasi
langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links). Topologi ini secara
teori memungkingkan, tetapi tidak praktis dan membutuhkan biaya yang tinggi
untuk di implementasikan.
Ciri-ciri
Topologi Mesh :
a. Topologi ini memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan-peralatan
lainnya
b. Susunan pada setiap peralatan saling terhubung satu sama lain
c. Jika peralatan semakin banyak, maka sangat sulit dikendalikan
Kelebihan
Topologi Mesh :
a.
Keuntungan utama dari
topologi ini adalah fault tolerance
b.
Terjaminnya kapasitas
channel komunikasi, karena memiliki hubungan yang berlebih
c.
Relatif lebih mudah
memperbaiki jika ada trouble jaringan atau komputer
d.
Privacy dan security
pada topologi mesh lebig terjamin, karena komunikasi antar dua komputer tidak
dapat diakses oleh komputer lain.
Kelemahan
Topologi Mesh :
a. Biayanya terlalu Tinggi dalam instalasi ataupun perawatan
b. Membutuhkan banyak kabel dan port I/O. Semakin banyak komputer semakin
banyak juga kabel link dan port I/O yang dibutuhkan.
5.
Topologi Pohon
Topologi ini adalah kombinasi antara topologi bus dan topologi star.
Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan dalam satu
topologi bus sebagai backbone. Komputer-komputer dihubungkan dengan, sedangkan
hub dihubungkan sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Topologi ini
disebut juga dengan topologi bertingkat dan biasanya digunakan untuk
interkoneksi antar sentral dengan hirarki.
Ciri-ciri Topologi Pohon :
a. Komunikasi data yang berjalan dalam jaringan dilakukan melalui Hub
b. Hub berperan sebagai pusat kendali dalam jaringan
c. Mempunyai kabel utama yang disebut dengan backbone sebagai penghubung
jaringan
Kelebihan
Topologi Pohon :
a. Cocok diterapkan pada jaringan komputer dengan skala besar
b. Pada topologi pohon ini memungkinkan pengguna jaringan point to point
c. Mudah dalam melakukan identifikasi dan isolasi jika terjadi keruskan pada
jaringan
d. Jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka tidak akan berpengaruh ke
node yang lain
Kelemahan
Topologi Pohon :
a. Topologi pohon ini memiliki ketergantungan secara menyeluruh terhadap Hub,
jika terjadi kerusakan pada Hub maka seluruh jaringan akan terganggu
b. Komunikasi antar komputer dalam satu jaringan tidak bisa dilakukan secara
langsung melainkan harus melewati Hub sehingga data mengalir sedikit lebih
lambat
c. Topologi pohon ini terbilang sulit dalam perawatannya karena banyak
perancangan node
BAB III
PENUTUPAN
3.1 KESIMPULAN
Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer. Ini
artinya komputer tersebut lebih dari satu buah yang terpisah-pisah akan tetapi
dapat saling berhubungan delam melaksanakan suatu tugas. Sekelompok komputer
tersebut bekerja secara otonom. Ini artinya hanya dapat melakukan pertukaran
dalam suatu area atau member tertentu
Dalam penggunaannya, jaringan di klasifikasikan
berdasarkan fungsi tertentu ataupun berdasarkan tempat dan sumber utama pengolahan
data. Selain itu, dalam jaringan komputer juga dikenal beberapa topologi dimana
topologi jaringan adalah hal yang menjelaskan hubungan geometris antara
unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Adapun
perangkat perangkat yang sering digunakan dalam jaringan komputer seperti
halnya bridge, router dan sebagainya. Peralatan-peralatan tersebut bekerja
berdasarkan fungsinya masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA


Komentar
Posting Komentar